Rabu, 28 Mei 2008

Arah dan Mode Transmisi

Dua buah peranti yang berkomunikasi dapat memiliki salah satu dari tiga kemungkinan arah transmisi: simplex, half duplex, dan full-duplex.

Simplex adalah arah transmisi simplex ini disebut juga dengan istilah one way transmission, dimana dengan simplex ini transmisi hanya bisa dilakukan satu arah saja. Contoh penggunaan teknologi ini adalah dalam proses pengiriman sinyal yang dilakukan oleh stasion radio atau televisi. Dengan teknologi arah transmisi simplex ini penerima hanya bersifat pasif dan tidak bisa memberikan respon terhadap siapa yang mengirimkan sinyal yang dia terima.

Half duplex disebut juga dengan istilah either way transmission. Transmisi bisa dilakukan dalam bentuk dua arah, namun tidak bisa dilakukan secara bersamaan. Fungsi mengirim dan menerima dari dua unit perangkat harus dilakukan secara bergantian. Walkie-talkie adalah contoh half duplex ini. Bila seseorang berbicara, dia tidak dapat berbicara sambil mendengarkan.

Full-duplex yaitu, Disingkat dengan FDX. Kemampuan untuk berkomunikasi dan saling bertukar data dua arah secara bersamaan. Umumnya dilakukan pada saluran pribadi atau saluran sewa. Full Duplex ini kadangkala disebut dengan Duplex saja. Full duplex disebut juga dengan both way transmission. Merupakan komunikasi dua arah yang dapat dilakukan secara bersamaan. Pada saat komunikasi terjadi, masing-masing unit yang berkomunikasi dapat melakukan pengiriman dan penerimaan data sekaligus. Contoh penggunaan teknologi dengan full duplex ini adalah pada telepon yang anda gunakan.

Mode Transmisi
Transmisi merupakan bagaimana suatu data dapat dikirimkan dari suatu alat dan diterima oleh alat lain. Transmisi ini merupakan salah satu konsep penting dalam sistem komputer sehingga suatu perangkat bisa berkomunikasi dengan perangkat lainnya. Misalnya dari perangkat input ke pemroses, pemroses ke storage, pemroses ke media output, atau bahkan dari suatu sistem komputer ke sistem komputer lainnya. Dikenal dua mode transmisi ini, yaitu: Paralel transmission dan Serial transmission

Data disalurkan melalui media transmisi, media transmisi ini merupakan jalur dimana data akan dilewatkan. Kita bisa menganggap media transmisi ini sebagai sebuah pipa dimana pada pipa tersebut akan dilewatkan data-datanya.

1. Parallel Transmission
Data dikirimkan serentak melalui beberapa jalur sekaligus. Jadi untuk mode transmisi ini, jalur yang tersedia tentu lebih dari satu media transmisi. Data dikirimkan terus menerus melalui jalur-jalur yang disediakan tersebut hingga semua data dapat terkirimkan.

2. Serial Transmission
Pada serial transmission, jalur yang disediakan hanya satu, dimana data yang ada dikirimkan kan secara bergantian hingga semua data tersebut dapat diterima oleh pengirim. Pada serial transmission ini terdapat metode transmisi, yaitu synchronous transmission dan asynchronous transmission.
a. Synchronous transmission ini dikenal juga dengan istilah synchronous transfer mode (STM). Proses pengirim dan penerima diatur sedemikian rupa agar memiliki pengaturan yang sama, sehingga dapat dikirimkan dan diterima dengan baik antar alat tersebut. Umumnya pengaturan ini didasarkan terhadap pewaktuan dalam mengirimkan sinyal. Pewaktuan ini diatur oleh suatu denyut listrik secara periodik yang disebut dengan clock atau timer.

Kenapa pengaturan clock ini penting? Baiklah, clock merupakan suatu yang sangat penting dalam setiap aspek pada komunikasi dengan menggunakan sistem komputer, baik itu pada komputer itu sendiri maupun dengan bagian luar yang terhubung dengan komputer untuk pemrosesan data.

Pada metode ini, clock antar pengirim dan penerima harus benar-benar sama dan akurat. Clock yang ada pada penerima akan memberitahu kepada clock yang ada pada penerima kapan proses serah terima dilakukan. Dengan adanya keakuratan clock ini, clock yang ada pada pengirim dan clock yang ada pada pada penerima akan melakukan proses secara bersamaan.

b. Asynchronous Transmission
Asynchronous transmission ini sering juga diisitilahkan dengan Asynchronous Transfer Mode (ATM). Mode ini paling sering digunakan untuk mengirimkan dan menerima data antar dua alat. Pada mode ini berarti clock yang digunakan oleh kedua alat, tidak bekerja selaras satu dengan lainnya. Dengan demikian, data harus berisikan informasi tambahan yang mengijinkan kedua alat menyetujui kapan pengiriman data dilakukan. Dengan demikian, proses transfer dapat dilakukan dengan waktu yang berbeda-beda.

Tidak ada komentar:


Kembali lagi ke atas